Kenapa aku nggak pernah bisa dapatin kebahagiaan,kenapa kebahagiaan yang aku dapat ujung-ujungnya kandas,kenapa harus aku yang jalani semua ini,kenapa sich nggak ada yang bisa ngertiin perasaan ku. Gerutu Caca sambil menatap sang rembulan yang sedang tersenyum reyah. Caca ingin menemukan seorang pria yang bisa jagain dia,dan menyayanginya dengan sepenuh hati. Namun sayang keinginan itu tak pernah ia dapatkan.
” Tog…tog…tog…”
” Ca udah tidur belum?” Tanya mama Caca dari luar. ” Belum ma….! Bentar lg mau tidur kok.” ” Ya udah,mimpi yang indah ya sayang.”
” I love you mam.”
Hari pun berganti,setelah sarapan pagi,Caca berangkat sekolah.
” Ma Caca berangkat dulu ya.”
” Ya ati-ati di jalan ya.”
Di HALAMAN SEKOLAH
” Ca… kok ngelamun sich ? nantik kesurupan lo !” Terdengar dari belakang suara Rani sahabat Caca dari dulu di bangku SD.
” Eh kamu Ran,ngagetin ja.”
” Mangnya lagi ngelamunin capa ci ?” Goda Rani.
” Nggak lagi ngelamunin capa-capa kok, lagi nggak mout ja.”
Hanya beberapa cakap Caca dan Rani ngobrol,bel masuk sudah berteriak kencang.Mereka pun masuk ke dalam kelas masing-masing.Caca murid X5. Dia murid yang pintar dan ramah,selain itu dia juga anak yang cantik. Nggak heran bayak anak cowok yang suka ma dia.
Empat jam kemudian,bel istirahat berbunyi,seperti biasanya Caca nongkrong di kantin.
” Ca nantik ikut aku ya ?”
” Kemana?”
” Jalan-jalan ngilangin setres.”
” ya udah tapi pulang nya jangan malem-malem ya”
” ok ….”
Bel masuk pun berdering , mereka bergegas masuk ke kelas masing-masing.
Pukul 13.00 bel pulang sekolah berdering.Caca bergegas pulang ke rumah nya.Sekitar jam 14.00 Rani udah nongkrong di rumah Caca.
” Mau kemana ni,tumben cantik-cantik semua” Tanya mama Caca sambil tersenyum reyah.
” Ada deh … ” Sahut Caca.
” Tante kita berangkat dulu ya” Pamit Rani.
” Ma Caca berangkat dulu ya ” Sambil mencium pipi mama nya.
DI MALL
Tanpa di sengaja Caca bertemu dengan teman lama nya, nama nya Andre.Dulu Caca pernah nyimpen rasa suka ke Andre sampek sekarang perasaan itu masih ada.semenjak pertemuan itu mereka jadi sering jalan bareng.Dia jadi nggak puya waktu buat sahabat nya.
” Ca jalan yuk ” Ajak adit, dia sahabat Caca waktu di bangku SD.
” Cory aku nggak bisa, lain kali ja ya “
” ya udah nggak papa”
Caca nggak tau kalau sebenarnya Adit suka ma dia.Dan dia juga nggak tau kalau hari itu hari terahir dia di jakarta, karena besok pagi dia harus berangkat ke Bandung ikut mama dan papa nya.
Hari telah berganti,Di bandara Adit menunggu kedatangan Caca tapi nggak datang-datang.
” Ran mana Caca ?” Tanya Adit.
” Aku nggak tau,dari tadi di telvon nggak di angkat-angkata”
Tepat pukul 14.00
” Dit ayo kita harus berangkat “
” Iya ma…”
” Ran salam buat Caca ya” Kata Adit.
Setelah Caca tau kalau Adit udah pindah penyesalan itu pun datang.
Dia merasa bersalah karena dia nggak ada di bandara waktu itu. Sampai sekarang Caca nggak tau gimana perasaan Adit ke dia.
” Dit maafin aku ya,kamu sahabat terbaik aku,aku sayang ma kamu”
SEKIAN